Windows 11 Punya Banyak Fitur Rahasia. Ini yang Paling Aneh dan Jarang Kamu Gunakan
- Sumatera Computer Centre
- Dec 5, 2025
- 6 min read

Pikir kamu sudah mengenal Windows 11? Tersembunyi jauh di dalam Settings ada berbagai fitur aneh, cerdas, dan mengejutkan yang mungkin belum pernah kamu temui—sampai sekarang.
Windows 11 punya banyak kejutan di dalam aplikasi Settings. Selain opsi umum seperti mengganti wallpaper desktop atau mengatur external display, ada berbagai fitur unik (dan kebanyakan berguna) yang memberi sedikit karakter pada sistem operasi ini. Misalnya, apakah kamu tahu bahwa Windows 11 punya opsi bawaan untuk berbagi file secara wireless antar PC? Atau bahwa kamu bisa memproyeksikan layar Android phone atau Windows PC lain ke PC Windows 11 mana pun?
Jika ini semua hal baru buatmu, jangan khawatir. Saya menelusuri Settings untuk menemukan kemampuan paling tak terduga di Windows. Cukup tekan shortcut Windows key + I untuk membuka Settings dan mulai menjelajahinya.
1. Dynamic Lock
Windows 11 dapat melacak pergerakan smartphone kamu melalui kekuatan sinyal Bluetooth, lalu mengunci PC ketika ponselmu bergerak cukup jauh dari komputer. Microsoft menyebut fitur ini sebagai Dynamic Lock, dan fitur ini menjadi alternatif dari shortcut Windows key + L.
Untuk mengaktifkan Dynamic Lock, buka:
Accounts > Sign-In Options
Dynamic Lock ada di bagian Additional Settings.
Beberapa PC Windows 11 modern yang memiliki presence sensors tidak perlu mengandalkan ponsel—mereka bisa mendeteksi apakah kamu duduk di depan PC. Ini lebih praktis, apalagi presence sensor bekerja baik dengan Windows Hello facial recognition. Sensor akan menyadari ketika kamu kembali duduk, dan IR camera akan memindai wajahmu untuk langsung sign in secara otomatis.
Namun sebelum hardware seperti itu menjadi umum, Dynamic Lock dengan ponsel adalah solusi terbaik berikutnya.
2. Nearby Sharing
Bagaimana jika Microsoft membuat versi Windows dari Apple AirDrop, tapi hampir tidak ada yang tahu? Itulah Nearby Sharing. Sejauh pengamatan saya, Microsoft hampir tidak pernah mempromosikannya.
Nearby Sharing memungkinkan kamu mengirim file, foto, dan tautan website antar PC yang berdekatan menggunakan Bluetooth atau Wi-Fi. Kamu bisa membatasi fitur ini hanya untuk perangkat yang menggunakan akun Microsoft yang sama, atau membiarkan siapa pun di sekitar mengirimkan file ke perangkatmu.
Untuk menyalakan dan mengatur fitur ini, buka:
System > Nearby Sharing
Kemudian gunakan Share dialog. Misalnya, klik kanan file di File Explorer, lalu pilih Share. Kamu akan melihat opsi Nearby Sharing di sana.
Nearby Sharing hanya berfungsi antar perangkat Windows. Jika kamu pengguna Android, mungkin lebih cocok menggunakan Google Quick Share (yang bekerja antara Android dan Windows). Microsoft dan Google tampaknya enggan bekerja sama, jadi mereka membuat solusi masing-masing.
3. Storage Sense
Windows 11 menyediakan berbagai cara untuk mengosongkan ruang storage. Kamu bisa memakai Disk Cleanup klasik, atau menggunakan Storage Sense. Opsi paling menarik di Storage Sense adalah kemampuannya menghapus otomatis file di Downloads folder. Selain itu, Storage Sense bisa membersihkan temporary files dan mengosongkan Recycle Bin secara otomatis. Pastikan kamu sudah menyimpan data penting sebelum menyalakannya.
Akses fitur ini melalui:
System > Storage > Storage Sense
Di bawah Cleanup schedules, kamu bisa memilih agar Windows otomatis menghapus file dari folder Downloads jika tidak dibuka selama 1, 14, 30, atau 60 hari. Ya, Windows 11 bahkan bisa menghapus file download yang tidak tersentuh dalam 24 jam—kalau kamu suka mengambil risiko.
4. Project to Your PC
Tentu, kamu bisa memproyeksikan layar Windows PC ke external display. Tapi tahukah kamu bahwa kamu juga bisa memproyeksikan layar dari perangkat lain—seperti PC atau phone—dan menggunakan layar PC kamu sebagai tujuan?
Untuk menyiapkannya, buka:
System > Projecting to this PC Windows akan meminta kamu menginstal fitur opsional Wireless Display.
Setelah diaktifkan, kamu bisa menekan Windows key + K dari PC lain di jaringan yang sama untuk melakukan cast ke layar PC kamu.
Fitur ini berguna kalau kamu punya laptop Windows 11 dengan layar kecil dan ingin mengoperasikannya lewat PC AIO yang layarnya lebih besar.
Hal unik lainnya: halaman ini mengatakan kamu bisa “Project your Windows phone or PC to this screen.” Halo Microsoft, ini tahun 2025! Orang sudah tidak pakai Windows Phone lagi.
5. Clipboard Sync
Kamu mungkin tahu bahwa Windows 11 punya clipboard history (tekan Windows key + V untuk membukanya). Tapi kamu mungkin belum tahu bahwa Windows bisa menyinkronkan clipboard antar PC. Setelah diaktifkan, kamu bisa copy teks di desktop PC dan paste di laptop.
Clipboard Sync ini cukup fleksibel dan kuat.
Windows menyediakan dua tipe sinkronisasi clipboard:
Otomatis: apa pun yang kamu copy akan langsung disinkronkan ke PC Windows lain.
Manual: copy teks → tekan Windows key + V → pilih untuk mengirimkan clipboard itu ke PC lain.Artinya, Windows tidak mengirim apa pun ke cloud sampai kamu memintanya.
Kamu juga bisa sync Clipboard ke Android phone dengan login ke keyboard SwiftKey menggunakan Microsoft account. Pengguna iPhone tidak bisa—SwiftKey di iOS tidak mendukung clipboard sync.
6. End Task Button di Taskbar
Jika sebuah aplikasi freeze atau error, biasanya kamu membuka Task Manager lalu memakai opsi End Task. Jika kamu sering melakukannya, Microsoft menyediakan shortcut khusus: kamu bisa menambahkan tombol End Task langsung di taskbar.
Setelah diaktifkan, kamu bisa klik kanan ikon aplikasi di taskbar lalu pilih End Task untuk menutupnya secara paksa. Ini tidak ideal untuk penggunaan sehari-hari karena aplikasi tidak diberi kesempatan menyimpan data, tapi sangat berguna dalam kondisi darurat.
Untuk mengaktifkannya, buka:
System > Advanced, lalu aktifkan toggle End Task di bagian Taskbar.
7. Game Mode
Game Mode, yang aktif secara default, sebenarnya tidak sesederhana kedengarannya. Teorinya, Windows akan mendeteksi ketika kamu bermain game dan membatasi background tasks untuk meningkatkan performa.
Saat pertama kali dirilis di Windows 10 Creators Update tahun 2017, Game Mode jauh lebih agresif dan menyediakan API bagi developer game. API itu sekarang sudah ditinggalkan.
Kini, Game Mode terutama memblokir notifikasi agar tidak mengganggu saat bermain game. Microsoft juga mengatakan bahwa Game Mode menghentikan Windows Update dari memasang driver update selama gaming dan “membantu menjaga frame rate lebih stabil tergantung game dan sistem”—tanpa penjelasan lebih lanjut.
Banyak video di YouTube menunjukkan performa game sama saja, baik Game Mode on maupun off.
Temukan togglenya di:
Gaming > Game Mode
Kabar baiknya, kamu hampir tidak pernah perlu mematikannya—karena fitur ini tidak banyak melakukan apa-apa.
8. Eye Tracking
Tahukah kamu bahwa Windows 11 mendukung eye-tracking hardware tanpa software pihak ketiga? Artinya kamu dapat mengontrol PC dengan mata, termasuk klik dan mengetik. Tapi kamu memerlukan hardware khusus seperti perangkat Tobii.
Walaupun Microsoft mendorong penggunaan PC dengan IR cameras dan presence sensors, Windows tetap tidak bisa melakukan eye tracking dengan hardware standar. Mungkin ini akan berubah ke depan seiring Windows makin mengadopsi AI. Bayangkan jika Copilot Vision bisa melihat apa yang sedang kamu tatap.
Untuk sekarang, bahkan AI laptop dengan NPU sekalipun belum dapat memanfaatkannya secara signifikan.
Pengaturannya ada di:
Accessibility > Eye control.
9. Title Bar Window Shake
Windows Aero diluncurkan bersama Windows Vista dan makin matang di Windows 7. Beberapa fitur Aero yang disukai, seperti Aero Glass, sudah hilang. Namun beberapa fitur lain berevolusi—misalnya Aero Snap berkembang menjadi Snap Layouts.
Tetapi satu fitur aneh yang bertahan adalah Aero Shake, kini bernama Title Bar Window Shake. Dengan fitur ini, kamu bisa mengklik dan menggoyangkan (shake) jendela—semua jendela lain akan diminimalkan. Fitur ini default-nya mati, tapi Microsoft tetap mempertahankannya entah kenapa.
Untuk mengaktifkan, buka:
System > Multitasking, lalu aktifkan Title Bar Window Shake.
10. Device Portal
Windows 11 punya antarmuka web bernama Device Portal untuk “remote diagnostics over local area network.” Kamu bisa mengaktifkannya di:
System > Advanced → aktifkan Developer Mode → lalu Device Portal.
Setelah kamu membukanya, antarmuka web ini terasa aneh. Ada halaman Mixed Reality yang kosong—fitur itu sudah tidak tersedia lagi di Windows. Ada halaman Window Manager yang tidak menampilkan satu pun jendela desktop. Bahkan halaman File Explorer menyoroti folder 3D Objects yang sudah lama dilupakan. Sangat aneh.
Device Portal awalnya dibuat untuk mengelola HoloLens. Halaman Window Manager tampaknya ditujukan untuk menampilkan floating windows di Mixed Reality HoloLens.
Namun HoloLens kini sudah mati—Microsoft menyerahkan kontrak militernya ke Anduril tahun ini. Mixed Reality dan 3D Objects juga sudah tidak ada.
Tapi sisa-sisa masa lalu HoloLens masih hidup, tersembunyi hanya beberapa klik di Settings Windows 11. Mungkin masih ada seseorang di perusahaan tertentu yang tetap menggunakannya untuk manajemen perangkat HoloLens.
The Settings App Is the New Control Panel—Entah Lebih Baik atau Lebih Buruk
Meskipun Microsoft belum sepenuhnya memindahkan semua opsi penting dari Control Panel ke Settings di Windows 11, aplikasi Settings sudah mulai (dan cukup lucu) menjadi semacam laci serba-ada yang dipenuhi opsi-opsi peninggalan masa lalu. Menjelajahi Settings terasa seperti berjalan di museum sejarah Windows. Beberapa opsi hanya masuk akal jika kamu memahami maksud asli Microsoft ketika fitur itu pertama kali dibuat. Mungkin di masa depan AI berbasis Mu milik Microsoft bisa merapikan semua ini.
Sumber: Microsoft Support



Comments